Zulfa Maharani Sang Bintang Bersinar

Kalau kalian membayangkan apakah mungkin untuk memulai dan mengakhiri tahun dengan sesuatu yang besar, temui bintang sampul kami kali ini, Zulfa Maharani. Di Februari lalu, dia membintangi Dilan 1991, salah satu film box office Indonesia, dan mengakhiri tahun dengan penampilan yang mencuri perhatian di film Bebas, yang dirilis pada Oktober lalu. Dengan film terakhir yang masih segar di bioskop, kami berbicara dengan bintang yang sedang naik daun ini tentang bagaimana dia terlibat di Bebas, hidup sebagai seorang aktris, dan proyek ke depannya.

 

Bisa ceritakan awalnya mulai berakting?

Semuanya dimulai karena saya adalah orang yang sangat introvert dan pemalu. Untuk alasan itu, saya bergabung ke grup teater agar bisa lebih baik dalam berbicara di depan umum. Orangtua saya ingin supaya bisa lebih terbuka di publik. Bergabung dengan grup teater membuat saya ditawarkan bermain di sinetron Si Kriwil. Awalnya saya bahkan tidak ingin melakukannya karena tidak merasa kalau akting adalah passion saya.

 

Zulfa baru saja memainkan sebuah peran di Bebas, sebuah adaptasi dari film Korea Selatan, Sunny, yang disutradarai oleh Riri Riza. Bagaimana perasaan Zulfa tentang ini?

Rasanya sangat sangat beruntung diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Bebas dengan Riri Riza dan Mira Lesmana, di mana semua pemerannya menakjubkan! Selain itu juga karena proses kasting yang memakan waktu tiga bulan sebelum bisa tahu kalau saya mendapatkan perannya. Jadi, ya, saya beruntung menjadi bagian dari Bebas, dan Dilan 1991, tentu saja! Khususnya, karena Dilan adalah salah satu film yang memecahkan box office Indonesia.

 

Apa yang Zulfa sukai dari naskahnya?

Beruntung sekali bahkan untuk ditelepon oleh Miles Films untuk ikut kasting karena saya tahu banyak orang akan senang untuk bergabung dengan proyek mereka. Rasanya seperti saya sudah dilihat oleh Riri dan Mira. Proses reading-nya cukup lama karena film ini menceritakan kisah enam sahabat, tapi di kenyataannya masing-masing aktor baru saja saling bertemu. Proses reading yang panjang ini adalah permulaan dari persahabatan kami. Sudah sampai ke titik di mana kami bahkan mengetahui hal-hal terburuk tentang masing-masing sekarang!

 

Ketika pertama kali menonton Bebas, adakah adegan yang ternyata mengejutkan bagi Zulfa?

Ada banyak! Kami memutar film tersebut sebelum ditayangkan ke publik. Saya dan pemain yang lain terkejut akan betapa nyatanya pertemanan kami di film! Adegan tawuran adalah salah satu adegan tersulit tapi saya senang dengan hasilnya.

 

Jadi, Bebas adalah jenis film yang akan membawa kita bernostalgia ketika masa SMA. Apakah Zulfa memiliki pengalaman serupa dengan yang di film ketika SMA dulu?

Sepertinya bagian ngegeng, karena saya punya geng sendiri di sekolah dan tentu saja bukan di bagian tawurannya. Ngomong-ngomong, ini bukan bocoran dari film sih, tapi semua aksi rebel di film adalah bagian dari karakter yang tidak suka melihat orang lain di-bully. Dan itu adalah hal yang sama dengan geng saya ketika SMA dulu. Teman-teman saya adalah termasuk yang tidak pernah takut dengan para senior.

 

Apakah menurut Zulfa lebih mudah memainkan peran sebuah tokoh daripada menjadi diri sendiri?

Bisa dibilang begitu karena dengan memainkan karakter orang lain, saya bisa mengerti orang-orang. Saya suka melakukan hal tersebut kerena itu menantang dan saya pikir menjadi diri sendiri sudah dilakukan seumur hidup. Jadi rasanya seperti menantang diri sendiri melalui akting.

 

Apakah Zulfa menikmati perhatian sebagai aktris yang dikenal banyak orang?

Sepertinya saya masih manusia yang sama. Masih suka nonton sendirian di bioskop, masih bisa makan sendirian, dan jika ada seseorang yang mengenali saya dan minta berfoto, itu juga tidak apa-apa. Rasanya saya masihlah Zulfa yang sama di kampus atau di mall. Tidak seperti saya tiba-tiba berubah jadi seseorang yang berlaku seperti, “Saya seorang aktris!”

 

Apa yang sedang Zulfa kerjakan saat ini?

Saat ini sedang mengerjakan serial TV. Saya juga sedang menyelesaikan skripsi jadi saat ini tidak berencana untuk ikut proyek jangka panjang, setidaknya sampai lulus nanti.

 

Nasihat apa yang akan Zulfa berikan ke anak muda yang ingin terjun ke idustri film?

Saya masih menapaki karir juga. Tapi yang terpenting adalah jujur pada diri sendiri. Itu salah satu hal yang paling saya ingat dari Riri: jangan mencoba untuk menjadi orang lain. Alasan mengapa rekan pemain lain dan saya dipilih memerankan tokoh tersebut adalah karena kami tidak mencoba menjadi seseorang yang bukan diri kami. Kalau kalian juga seorang introvert seperti saya, cobalah lebih terbuka. Itu juga hal yang akan membantu untuk karier kalian.