Enjoy Free Shipping All Over Indonesia for ALL ITEMS with NO MINIMUM PURCHASE
ENDS IN  

Iran yang Menghangatkan Hati

Sep, 15-2022 meike
Iran yang Menghangatkan Hati

Artikel ini awalnya diterbitkan di 247 COTTONINK Magazine.

 

Tidak ada yang bisa memperluas cakrawala selain salah satunya traveling ke tempat-tempat baru di luar zona nyaman Anda. Itulah mengapa kami sangat senang ketika Ansy Savitri, kontributor kami yang juga adalah seorang desainer dari Jakarta, membagikan cerita perjalanannya ke Iran. Anda pasti tidak akan menyangka kalau destinasi yang jarang dikunjungi banyak orang ini bisa memberikan pengalaman yang menghangatkan hati. Ayo, ikuti ceritanya di bawah ini!

 

Apa reaksi awal ketika diajak untuk pergi ke Iran?

Saya tertarik. Saya hanya tahu sedikit hal tentang Iran dan sebagai perempuan, muncul pertanyaan apakah aman untuk pergi ke sana. Sungguh membuat penasaran sehingga saya membaca blog dan video traveling Anthony Bourdain tentang perjalanannya ke Iran. Setelah semua riset yang dilakukan, saya menyimpulkan, “Mengapa tidak? Iran terlihat luar biasa!”

 

Blog dan video traveling sangat membantu dalam memberikan banyak informasi tentang Iran. Semua ulasan menyatakan kalau Iran sangat aman dan mengagumkan. Setelah mengalaminya sendiri, apa yang saya baca dan lihat di media arus utama adalah sebuah kesalahpahaman tentang keadaan sebenarnya negara ini.

 

Apakah ada peraturan atau adat menarik yang Anda pelajari ketika berada di sana?

Taarof adalah budaya keramahan Iran yang melibatkan kesopanan sebagai bentuk penghormatan. Contohnya, ketika seseorang menawarkan sesuatu secara gratis, Anda harus mengeceknya apakah hal tersebut taarof atau bukan. Anda harus balik menawarkan untuk membayarnya atau memastikan sebanyak tiga kali. Jika orang tersebut masih bersikeras untuk memberikan barang itu, maka tawarannya benar-benar bentuk taarof. Sangat penting mengetahui praktik ini untuk menghindari kesalahpahaman atau situasi canggung.

 

Bagaimana orang-orang di sana?

Orang-orang Iran sangatlah baik. Mereka memiliki terlalu banyak kisah untuk diceritakan. Saya punya satu kisah mengenai hal tersebut. Pada hari kedua di sana, ketika menumpang bus malam dari Tehran ke Shiraz, saya bertemu seorang pelajar teknik biomedis bernama Fariba. Kami mengobrol sepanjang malam karena dia duduk di sebelah saya.

 

Paginya, ketika kami sampai di Shiraz, perempuan tersebut menawarkan untuk memberi tumpangan menggunakan mobil ayahnya. Saat itu tujuan saya adalah rumah host Couchsurfing. Ini kemungkinan adalah bentuk taarof, sehingga saya bilang akan naik taksi saja dan tidak perlu repot-repot serta berterima kasih atas tawarannya. Fariba bilang kalau ayahnya sudah mengizinkan dia mengajak saya dan bahkan mengundang untuk menginap di rumah mereka saja.

 

Akhirnya saya pun menumpang mobil ayahnya Fariba. Di perjalanan, ayah Fariba sangatlah ramah. Ia bertanya tentang pekerjaan, keluarga, dan memberikan petunjuk tempat-tempat di Shiraz yang wajib dikunjungi.

 

Ketika sampai di rumah host Couchsurfing, ayah Fariba membantu mengeluarkan tas saya dan berkata, “Selamat datang di Iran!” dengan senyum yang lebar. Pada titik itu saya merasa, “Inilah yang dibicarakan para travelers!” Padahal itu baru hari kedua saya di Iran!

 

Apa hal yang Anda harap lebih diketahui dari Iran?

Saya bisa menjamin dari pengalaman kalau Iran aman. Terlepas apa yang media arus utama Barat katakan, Iran bukanlah tempat berbahaya dengan teroris yang ingin membunuh Anda. Ternyata apa yang saya baca di berbagai blog traveling benar dan Anda harus mengalaminya juga. Anda harus melihat masjid-masjid indah dan artistiknya serta mengunjungi reruntuhan bersejarah yang membuat Anda ingin mengetahui lebih jauh peradaban Persia kuno dan berteman dengan penduduk lokal yang ramah dan baik hati. Ketika berada di sana, itu adalah pengalaman yang surealis.

 

5 hal untuk mendeskripsikan Iran?

Disalapahami. Luar biasa. Mengagumkan. Menghangatkan hati. Surealis.

 

Apa barang yang Anda bawa pulang dari Iran?

Karpet Persia buatan tangan untuk studio saya, bros yang dicat tangan, stik gula batu safron untuk teman dan keluarga, topi felt tradisional Kurdi untuk ayah saya dan keramik untuk ibu saya. Serta tentu saja ingatan megah dari perjalanan saya di Iran dan orang-orangnya di sana. Suatu hari saya pasti akan kembali lagi ke sana!

 

Baca Juga: Sebuah Terobosan dari Wafda Saifan