Berkarya dalam Seni dengan Naela Ali

Jul, 28-2022 lia oktaviana
Berkarya dalam Seni dengan Naela Ali

Artikel ini awalnya diterbitkan pada Mei 2018 di 247 COTTONINK Magazine.

 

Naela Ali adalah ilustrator perempuan dari Jakarta yang dikenal dari gambar cat airnya yang bertemakan perempuan, kehidupan sehari-hari mereka, perasaannya. Jika ada satu hal yang perlu kami akui pada Anda sekarang, dia adalah idola online kami! Sejak kami menemukan karyanya di Instagram dua tahun yang lalu, kami langsung jatuh cinta bukan hanya dengan gambarnya tapi juga kata-kata yang ditulisnya untuk mendeskripsikan gambar-gambar tersebut. 

 

Kata-kata itu murni dan benar-benar terdengar seperti apa yang dirasakan ketika kami bosan, cemas, atau hilang arah. Tidak heran ketika dia mengirimkan buku terbarunya saat itu, “Things & Thoughts I Drew When I Was Bored” di 2017, kami sangatlah gembira! Saat itu, kami meraa seperti ingin memfoto setiap halaman karena bukunya cukup menjelaskan kehidupan sehari-hari.

 

Kami bertemu Naela di sebuah studio di daerah Tebet tempat dulu kami melakukan pemotretan. Bertemu untuk pertama kali, kami bisa bilang dia adalah seorang pemalu tapi mudah akrab dengan orang lain. Dia tiba di studio dengan penampilan nyaman yang minimalis dalam kemeja sederhana, celana jeans, dan sneakers. Effortlessly chic adalah kata-kata yang cocok untuknya.

 

Sang ilustrator saat ini sedang mengerjakan buku baru ketika kami mengobrol tentang seperti apa permulaannya berkarya, proses kreatifnya, dan apa arti seni untuknya.

 

Ceritakan sedikit tentang diri kamu, dong!

Saya suka menggambar sejak kecil. Ketika mengambil jurusan kuliah Desain Komunikasi Visual, saya belajar lebih tentang desain [grafis] dan memutuskan untuk menenggelamkan diri di dunia seni visual.

 

Adakah orang tertentu yang menginspirasi Naela untuk menjadi seorang ilustrator?

Ayah. Maksudnya, dari awal saya menunjukkan ketertarikan dalam menggambar, beliau selalu ada untuk mendukung. Beliau selalu bilang ke saya untuk tetap konsisten dalam melakukan apa yang disuka. Fakta kalau sekarang saya masih menciptakan sesuatu adalah karena beliau.

 

Bagaimana proses sampai menemukan gaya menggambar khas Naela?

Saya dulunya bekerja dengan akrilik dan tidak terlalu suka menggunakan cat air. Sampai suatu hari, saya ingin bermain dengan cat air dan ternyata saya jatuh cinta dengannya.

 

Bisakah ceritakan proses kreatif Naela?

Untuk buku, saya tidak memiliki proses spesifik di luar rutinitas. Saya menyempatkan setiap hari untuk menggambar dan menulis. Ketika ada yang saya masukan ke buku, kadang saya sudah punya tulisan dan lalu menciptakan atau mencari gambar yang cocok dengan ceritanya. Lain waktu, berlaku sebaliknya.

 

Bagaimana Naela menggunakan perasaan pada karya yang dibuat?

Setiap saat terpikir hal random atau merasakan emosi tertentu, saya menjadikannya gambar atau tulisan. Buku saya pada dasarnya adalah platform untuk mengekspresikan perasaan.

 

Apa arti seni bagi Naela?

Sebuah platform untuk mengekspresikan diri. Bagaimana kita menciptakan sesuatu yang membuat orang lain bahagia karena pikiran dan perasaan kita. Entah secara estetik atau isi pesannya. Bagi saya, seni adalah bagaimana menyampaikan perasaan-perasaan tersebut lewat gambar.

 

Seberapa penting memiliki platform seperti Instagram untuk mempromosikan karya Naela?

Sebenarnya karena Instagram-lah saya mendapat kesempatan menerbitkan buku. Penerbit saya bahkan menemukan karya-karya saya dari sana. Jadi cukup penting untuk saya. Karena Instagram, saya bisa membawa karya ke audiens lebih luas.

 

Di mana Naela mencari inspirasi?

Saya kebanyakan melakukan pekerjaan di rumah. Tidak pernah benar-benar keluar ke mana untuk mencarinya karena saya pikir inspirasi berada di sekitar kita dan yang perlu dilakukan adalah merasakannya.

 

Siapakah Naela ketika tidak ada orang yang melihat?

Kalan akan mendapati saya tertidur di berbagai kesempatan. Saya adalah orang yang sangat introvert dan agak pemalu.

 

Apa mimpi terbesar saat ini?

Ingin tetap menulis dan semoga bisa membuat tempat di mana saya bisa mengadakan lokakarya. Tidak banyak mimpi saya, hanya ingin terus berkesenian saja.